PENGANTAR

Ikhtiar meretas jalan pembangunan Indonesia yang lebih bermartabat, bersih, dan berkesinambungan, sejatinya harus dimiliki oleh setiap warga negara. Prinsip-prinsip dasar seperti profesionalisme, jujur dan bekerja keras harus menjadi keutamaan dalam sikap setiap komponen yang terlibat dalam pembangunan.

Sumbangan pemikiran sekecil apapun, seharusnya bermuara pada keingginan untuk mendorong pembangunan yang berkualitas dan tidak mencedarai moral.

Agar lebih bermakna dan kaya akan ide-ide yang baik untuk dilontarkan dan mungkin dimplementasikan, maka perlu adanya wadah yang bisa mengumpulkan orang-orang yang profesional dan mempunyai reputasi baik. Setidaknya memiliki keinginan untuk memberi kontribusi yang positif terhadap jalannya pembangunan.

Infrastruktur yang diyakini orang sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi diharapkan bisa dipacu pembangunannya, dan tentu saja dengan kualitas yang baik. Sebagai orang yang banyak berkecimpung di dunia keteniksipilan, alumni Pengurus Majalah Clapeyron, Teknik Sipil, Universitas Gadjah Mada, mendirikan lembaga kajian yang sesuai dengan bidang yang digelutinya,

Transformasi Cita Infrastruktur (TCI), bertujuan untuk mengkaji dan mendorong pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan berkeadaban dan berkeadilan. Harapannya kehadiran TCI memberikan nuansa baru yang lebih positif dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Peran ini tentu saja tak mudah untuk dijalankan. Perlu dukungan dan bantuan pihak lain agar TCI bisa berfungsi sesuai dengan rencana ideal yang diinginkan. Bagaimanapun juga, kita harus bekerja keras untuk kebaikan negara ini.

Kalau tidak dipecahkan ruyung, manakan dapat sagunya. Jika tidak berjuang dan bekerja keras manalah mungkin dapat hasilnya.

Ketua TCI
Ir. Tri Budi Utama, MT

SEJARAH TCI

Bermula 20 Februari 2016, sekitar 20 orang Alumni Pengurus Majalah Clapeyron, Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, berkumpul di Yogyakarta. Para alumni yang bekerja diberbagai bidang dan keahlian disektor infrastruktur, merasa perlu memberikan sumbangsih dalam kajian dan pemikiran bidang infrastruktur untuk kemajuan
Indonesia.

Transformasi Cita Infrastuktur, adalah nama yang dianggap pas untuk menggambarkan maksud dari lembaga kajian yang kami dirikan. Untuk memperkenalkan lembaga kami, launching langsung kami lakukan sebulan berselang, tanggal 19 Maret 2016.

Isu mengenai perlunya Mitigasi Bencana Tsunami di Rencana Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA), kami angkat sebagai topik bahasan dalam peluncuran tersebut. Tema yang cukup menarik itu, ternyata menjadi bahasan di beberapa mas media. Baik cetak maupun elektronik.

Isu mengenai perlunya mitigasi tsunami di NYIA terus berlanjut dan diutarakan para ahli TCI ke berbagai pihak terkait. Maksudnya, tentu saja agar dalam membangun bandara baru ini, antisipasi terhadap bencana tsunami jangan sampai luput dari perhatian.

Pasca peluncuran, TCI langsung membenahi diri, berkaitan dengan urusan legal formal, maupun kegiatan-kegiatan kajian dan sekaligus sosialisasi hasil kajian. Semua kami laksanakan secara paralel. Tentu saja semua kegiatan itu dilakukan disela-sela waktu ditengah rutinitas pekerjaan masing-masing.

Beberapa kegiatan yang dilakukan sambil mempersiapkan legal formal adalah :

  • Diskusi “Perkembangan Reklamasi dan Tanggul Laut di Teluk Jakarta,” tanggal 7 Oktober 2016. Dengan pembicara Dr. Ing. Ir. Rahman Hidayat selaku Asisten Deputi Infrastruktur Kementrian Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya Alam. Diskusi tersebut merupakan kelanjutan dari Diskusi sebelumnya yang diadakan di Balai Teknologi Infrastruktur Pelabuhan dan Dinamika Pantai pada bulan September 2016.
  • Memberi Masukan mengenai Revitalisasi Kawasan Kali Pantai untuk penyediaan air baku, dalam acara temu pers. Kegiatan ini kerja sama TCI dengan Alumni Teknik Sipil UGM angkatan 1991 pada tanggal 28 Oktober 2016.
  • Memberi masukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk Rancangan Undang-Undang Sumber Daya Air (RSDA). TCI beberapa kali dilibatkan dalam pembahasan rancangan undang – undang ini dan memberikan buku untuk masukan DPR.
  • Membentuk Tim Kajian Infrastruktur Mitigasi Tsunami di Bandara Baru Kulonprogo. Dimana hasil kajian TCI telah disampaikan di Angkasa Pura 1, akhir April 2017. TCI juga diminta untuk menjadi narasumber dalam Workshop dengan tema “ Dukungan Infrastruktur yang Handal untuk Proyek Strategis Nasional (PSN) di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta” dengan sub tema “Mengungkap dan Menghitung Potensi Bahaya Gempa Bumi – Tsunami di Bandara Kulonprogo (NYIA) dan Metode Mitigasinya” pada tanggal 29-30 Agustus 2017 di University Club, UGM, Yogyakarta.
  • Mengadakan tinjauan ke Pulau Reklamasi di Teluk Jakarta pada tanggal 22 Mei 2017. Kegiatan ini bekerjasama dengan Kementrian Koordinator Maritim dan Sumber Daya. Kegiatan ini menghasilkan rekomendasi yang disampaikan ke pihak-pihak terkait.